Now Reading: Hiduplah Sekarang

Loading
svg
Open

Hiduplah Sekarang

February 21, 20243 min read

Pernah takut dan khawatir terhadap hari esok? Tenang kamu atau yang baca tulisan ini pasti pernah ngalamin, termasuk saya, berkali kali dan hampir setiap hari saya mengkhawatirkan hari esok.

Bisa makan apa tidak, bisa melanjutkan hidup atau tidak, bisa tersenyum apa justru malah menangis meraung-raung.

Atau pernah mengalami menyesali hari kemaren? Harusnya aku gak gitu, harusnya aku seperti ini, kalo kemaren, jika, apabila….

Bukankah itu sangat merusak mood, mengganggu pikiran, fokus hilang kan ya? Dan kita akan mengalami berbagai hal yang diluar ekpetasi kita.

Aku sekarang mengalami hal itu setiap hari, rasa takut kepada hari esok, menyesal apa yang sudah aku lakukan dan alami.

Tapi aku masih berusaha untuk terus menghilangkan ketakutan dan penyesalan itu, bukan berarti kita melupakan apa kebodohan yang kemaren kita lakukan tapi aku lebih memilih untuk menjadi pembelajaran dan tamparan.

Sebab menyesal saja tidak akan merubah apa apa bukan? Oleh sebab karena itu saya lebih berusaha untuk melakukan yang terbaik detik ini, termasuk menulis ini, menurut saya ini adalah hal yang baik yang bisa aku lakukan saat ini.

Aku berusaha hidup hari ini, berusaha melakukan yang terbaik agar aku tidak menyesali hal yang aku lakukan saat ini esok hari.

Hari hari esok mungkin akan menjadi hari yang berat bagi aku, tapi aku yakin berbekal dengan kesungguhanku menghadapi dan menjalani hidup hari ini, Gusti Allah akan membukakan jalan hidupku dan menuntun setiap langkagku untuk bahagia.

Hidup memang berat manusia tidak akan ada yang sanggup untuk menjalani oleh sebab itu Gusti Allah hadir dengan maha perkasanya untuk menolong hamba-hambanya yang lemah.

Sadar gak sadar, paham gak paham setiap manusia pasti di tolong, banyak keajaiban yang terjadi dalam setiap tarikan nafas manusia, tapi manusia sering kali lalai dalam memahami hal ini.

Terkadang kita mendapat bantuan dari orang yang tidak disangka-sangka, kita fikir itu siapa yang mendatangkan, tentu Allah yang menggerakan hati, pikiran dan langkah orang tersebut tapi kadang kita berterimakasih kepada orang itu melibihi syukur kita ke Allah.

Aku sekarang hanya berbekal keyakinan kepada Allah, dengan berbekal keyakinan ini pasti sesuatu yang kita anggap tidak mungkin akan menjadi harapan dan jalan keluar.

Maka hiduplah sekarang, saat ini dan detik ini dengan melakukan hal yang terbaik yang kita bisa karena 1 detik sebelumnya akan menjadi masa lalu dan 1 detik kedepan adalah masa depan dan pertolongan Allah melebihi kecepatan cahaya.

Dan Bukankah kemaren adalah hari yang kau khawatirkan pada hari-hari sebelumnya, dan kau dapat melewatinya dengan baik, begitu juga hari-hari esok yang kau khawatirkan sekarang semua atas izin Allah

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Leave a reply

Loading
svg